Asam Urat
Hallo semua,, apa kabar ??
Semoga baik-baik saja yaa
Kali ini aku mau berbagi sedikit informasi tentang Asam
Urat loo.
Selamat membaca
Penyakit asam urat atau gout merupakan
sejenis penyakit sendi yang terjadi akibat kadar asam urat yang terlalu
tinggi dalam darah. Pada kondisi normal, asam urat larut dalam darah dan keluar
melalui urine. Tetapi dalam
kondisi tertentu, tubuh dapat menghasilkan asam urat dalam jumlah berlebih atau
mengalami gangguan dalam membuang kelebihan asam urat, sehingga asam urat
menumpuk dalam tubuh. Penumpukan asam urat akan membentuk kristal di sendi,
yang dapat memicu nyeri dan pembengkakan di berbagai sendi tubuh. Meskipun
umumnya terbentuk di sendi, kristal asam urat juga bisa terbentuk di ginjal dan
saluran kemih. Kondisi tersebut dapat mengganggu fungsi ginjal atau menyebabkan
batu saluran kemih.
Walaupun disebabkan oleh tingginya kadar asam urat dalam
darah (hiperurisemia), tidak semua penderita hiperurisemia terserang penyakit
asam urat. Faktanya, hanya 1/3 penderita hiperurisemia saja yang mengalami
penyakit ini
Dalam beberapa kasus, penyakit
asam urat tidak menunjukkan gejala apapun pada awalnya. Gejala asam urat
biasanya mulai muncul ketika penderita sudah mengalami kondisi yang akut atau
justru kronis.
Gejala asam urat yang paling umum
antara lain adalah :
·
Nyeri sendi parah dan mendadak, yang sering pertama
terjadi di pagi hari
·
Sendi bengkak dan lunak
·
Sendi kemerahan
·
Rasa panas di sekitar sendi
Gejala asam urat biasanya muncul
tiba-tiba, tidak dapat diprediksi, dan sering terjadi di tengah malam. Sebagian
besar gejala asam urat hanya terjadi dalam beberapa jam selama 1-2 hari. Namun
pada kasus yang parah, nyeri pada sendi bisa saja terjadi dalam waktu
berminggu-minggu. Jika Anda mengalami gejala ini, maka encok yang Anda miliki
cukup parah.
Sementara, ada pula yang
merasakan gejala encok hingga 6-12 bulan – dalam intensitas yang berbeda tiap
harinya. Kondisi ini, cukup parah, dan bila Anda mengalaminya, lebih baik
segera periksakan diri ke dokter.
Kemungkinan ada tanda-tanda dan
gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan
sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter.
Apa saja
yang bisa jadi penyebab asam urat?
Jadi sebenarnya, penyebab asam
urat adalah kadar asam urat itu sendiri yang terlalu banyak di dalam tubuh.
Dalam keadaan normal, zat kimia ini akan dikeluarkan oleh tubuh melalui urin
dan tinja.
Tetapi, pada orang yang mengalami
asam urat, jumlah asam uratnya terlalu banyak dan tidak dapat diolah oleh
tubuh. Pada akhirnya, zat tersebut akan membentuk kristal dan menumpuk di
sekitar sendi, lalu menimbulkan peradangan.
Lalu apa yang menjadi penyebab
asam urat di dalam tubuh tinggi? Penyebab asam urat terlampau tinggi adalah
terlalu sering dan banyak mengonsumsi makanan yang mengandung purin. Purin
adalah suatu zat kimia yang diproduksi secara alami oleh tubuh, namun terkandung
juga di dalam beberapa jenis makanan.
Ketika seseorang mengonsumsi
makanan yang mengandung purin, maka tubuh akan mengolahnya menjadi asam urat.
Sehingga, semakin banyak makan makanan yang mengandung purin, semakin tinggi
risiko Anda untuk mengalami asam urat.
Apa yang
meningkatkan risiko saya untuk terkena penyakit asam urat?
Terlalu banyak makan makanan yang
mengandung purin memang bisa menjadi penyebab asam urat yang paling utama. Tapi
sebenarnya ada berbagai faktor risiko lain yang dapat membuat Anda mengalami
asam urat.
Apa saja faktor risiko penyakit asam
urat ini?
· Usia
dan jenis kelamin.
Meski
belum diketahui mengapa, namun asam urat lebih banyak dialami oleh laki-laki
ketimbang perempuan. Sementara, orang yang lanjut usia juga lebih rentan
terserang penyakit ini dari pada orang dewasa muda.
· Riwayat
kesehatan keluarga.
Jika
Anda memiliki salah satu anggota keluarga yang memiliki asam urat, maka Anda
juga berpeluang lebih besar untuk mengalami hal yang sama. Walau ini bukan
penyebab asam urat yang utama, tetapi dengan mengetahui riwayat kesehatan
keluarga, Anda bisa lebih waspada dengan penyakit ini.
· Berat
badan yang berlebihan.
Memiliki berat badan yang melebihi normal, dapat meningkatkan risiko terserang
penyakit ini. Orang yang memiliki indeks massa tubuh yang
lebih dari 25 kg/m 2 maka harus lebih waspada untuk terkena encok.
· Mengonsumsi
obat-obatan tertentu.
Beberapa jenis obat-obatan yang Anda konsumsi dapat menjadi penyebab asam urat
menumpuk di dalam tubuh, contohnya:
a.
Aspirin,
obat penghilang rasa sakit ini akan meningkatkan risiko asam urat bila
dikonsumsi secara rutin 1-2 tablet per hari.
b.
Obat
diuretik, yang biasanya digunakan untuk mengatasi
penumpukan cairan di tubuh.
c.
Obat
kemoterapi, yang digunakan untuk mengobati berbagai
penyakit kanker.
· Riwayat
kesehatan, memiliki gangguan
kesehatan tertentu sebelumnya dapat meningkatkan peluang terkena asam urat.
Gangguan kesehatan yang bisa meningkatkan risiko asam urat seperti
a.
Diabetes
b.
Gangguan
fungsi ginjal
c.
Penyakit
jantung
d.
Arterosklerosis,
pembuluh darah tersumbat
e.
Penyakit
infeksi
· Menerapkan
pola hidup yang tidak sehat.
Mengonsumsi makanan yang mengandung banyak purin, seperti daging dan seafood akan membuat gejala asam urat muncul. Selain
itu, minum alkohol dalam jumlah yang berlebihan bisa menjadi penyebab asam urat
melonjak.
· Dehidrasi. Bila Anda mengalami kekurangan cairan, maka tubuh
Anda akan sulit mengeluarkan zat asam tersebut melalui urin. Hal ini yang
menjadi salah satu penyebab asam urat menumpuk di dalam tubuh.
· Setelah
pembedahan atau cedera. Cedera bisa menjadi penyebab asam
urat karena kondisi ini menimbulkan peradangan terlebih dulu pada sendi yang
kemudian akan memicu munculnya gejala asam urat yang lainnya.
Pengobatan
Asam Urat :
· 1. Pantau kadar asam urat tubuh anda
· 2. Olahraga dengan teratur
· 3. Jaga berat badan dengan diet yang tepat
· 4. Perbanyak minuman air putih
· 5. Obat asam urat dari dokter
· 6. Mengandalkan obat alami
Okey jadi
tadi sedikit tentang asam urat semoga bermanfaat bagi kita semua…….. jaga
kesehatan ya
Babay, see you
Refesensi :
Ragab, G. et. al. (2017). Gout: An Old
Disease in New Perspective – A Review. J Adv Res. 8(5), pp. 495–511.
Tausche, A. et. al. (2009). Gout—Current Diagnosis and Treatment. Dtsch Arztebl Int. 106(34-35), pp. 549–555.
Centers for Disease Control and Prevention. (2018). Gout.
National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Disease (2016). Gout.
NIH (2017). MedlinePlus. Gout.
Mayo Clinic (2018). Diseases & Conditions. Gout.
Becker, M. UpToDate (2018). Patient Education: Gout (Beyond the Basics).
Gabbey, et al. Healthline (2017). Uric Acid Test (Blood Test Analysis).
Higuera, et al. Healthline (2017). Symptoms of Gout.
Kinman, T. Healthline (2018). What is Gout?
Tidy, C. Patient (2017). Gout.
Tausche, A. et. al. (2009). Gout—Current Diagnosis and Treatment. Dtsch Arztebl Int. 106(34-35), pp. 549–555.
Centers for Disease Control and Prevention. (2018). Gout.
National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Disease (2016). Gout.
NIH (2017). MedlinePlus. Gout.
Mayo Clinic (2018). Diseases & Conditions. Gout.
Becker, M. UpToDate (2018). Patient Education: Gout (Beyond the Basics).
Gabbey, et al. Healthline (2017). Uric Acid Test (Blood Test Analysis).
Higuera, et al. Healthline (2017). Symptoms of Gout.
Kinman, T. Healthline (2018). What is Gout?
Tidy, C. Patient (2017). Gout.

Wah terimakasih infonya
BalasHapusSangat bermanfaat ka
BalasHapuswahh nambah info nihh
BalasHapusGood👍
BalasHapusKeren, terimakasih informasi nya
BalasHapusTerima kasih infonya, sangat bermanfaat
BalasHapusWah menarik bgt ka thx infonya
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusTerimakasih infonya sangat bermanfaat
BalasHapusTq infonya
BalasHapusSangat bermanfaat, terima kasih infonya
BalasHapusthankyou kak, bermanfaat bgt ;)
BalasHapusthanks infonya
BalasHapusSangad bermanfaad
BalasHapus